From the Bottom of My Heart.....

Bunda, Perjalanan hidup tak pernah bisa kita duga...
Apapun yang Allah tunjukan hanya dapat kita jalani sambil terus berharap dan berkeyakinan bahwa Allah selalu bersama dalam setiap langkah kita....


The success of life, CANNOT be measured while the person is till in the PROCESS of life.
Only by the way we ends our life will we know whether It has been SUCCESSFUL. Be Patient..
and please do not measuring your life with other.

Wednesday, March 14, 2012

Cantik Itu Dari Pikiran!

Newsroom - Kini tubuh ideal tidak lagi berarti tinggi dan langsing, sebab memiliki badan ideal juga harus sehat dan bahagia. Rasa tidak percaya diri dengan tubuh yang dimiliki? Sering berpikir selalu ada saja yang terasa tak sempurna? Jika iya, kondisi ini akan membuat kita terus berupaya mewujudkan tubuh yang seperti yang dibayangkan. Mulai dari menghilangkan noda di wajah, hingga mengikis sejumlah lemak yang bersemayan di tubuh.

Robyn Silverman, Ph.D. psikolog bidang pengembagan diri dari Boston menyatakan, apa yang kita pikirkan tentang tubuh sendiri sangat berkaitan dengan rasa bahagia. Ketika kita bahagia, maka kita pasti akan merasa puas dengan kondisi tubuh sendiri. Dan begitu pula sebaliknya. Plus, kondisi tubuh yang segar, sehat dan terawat akan meningkatkan semangat dalam diri kita.
Penampilan yang cantik dan memiliki tubuh ideal adalah kebutuhan dasar setiap wanita. Jadi, selain rutin merawat diri, kita juga dituntut untuk terus mengembangkan segala hal positif yang ada dalam diri kita. Memang tidak mudah, terutama saat tersandung masalah-masalah seperti di bawah ini:
“Masih kurang langsing. Perlu turunkan beberapa kilo lagi.” 

Mengkritik dan terus menciptakan kekurangan baru akan membuat kita jauh dari kata ‘cukup’. Dan sikap ambisius tersebut malah akan mengantarkan kita pada peluang kekecewaan. Bahkan, jika kita berhasil pun, belum tentu emosi dan pikiran kita juga ikut bahagia. Joan Chrisler, Ph.D., profesor departemen psikologi di Connecticut College, New London menyarankan, kita mengetahui benar berapa berat ideal kita dan mencari cara mencapaikanya tanpa terpaksa.

Atasi : Mengatur pola makan. Berikan tubuh kita asupan karbohidrat baik, lemak dan protein secara seimbang. Jangan ada yang kurang ataupun berlebih. Sebab apa yang mulut kita inginkan, belum tentu apa yang tubuh kita butuhkan, jelas dr. Tan Shot Yen, M. Hum., dewan penasihat Prevention.

Berikan sugesti positif pada otak. Alih-alih mengkritik paha kita yang besar. Sebaiknya kita berkata “Wah, betis saya cukup indah dan kecil.”

Cari teman yang satu misi. Daripada menghabiskan waktu untuk duduk ngobrol sambil makan camilan tidak sehat, lebih baik ajak teman untuk berolahraga bersama. “Bertemanlah dengan orang-orang yang selalu berpikir positif dan ingin hidup sehat, agar kita tertular semangat yang sama,” jelas Kate Harding, penulis buku Lessons From the Fat-O-Sphere : Quit Dieting and Declare a Truce With Your Body.

“Saya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dia.”
Membandingkan diri itu wajar, asal tidak berlebihan. Sebab terlalu sering membandingkan diri mengartikan bahwa kita kurang percaya diri. Bahkan, ketika kita sedang membandingkan diri dengan orang lain, pada saat yang sama pikiran kita tengah dijajah oleh orang lain, tambah Kate.
Atasi : Hidari gumaman minder, dan ganti dengan kata pujian, seperti “Wah, ia menarik ya” ketika berpapasan dengan orang lain.

Hilangkan persepsi kita yang masih sama dengan kondisi 10 tahun lalu. Karena kenyataannya tidak akan mungkin. Jadi, sesuaikan bentuk badan ideal dengan usia kita.
“Merawat diri itu tidak begitu penting. Lebih penting mengurus suami dan anak.”
Memperhatikan suami dan anak itu penting. Tapi, memperhatikan diri sendiri juga sama pentingnya. Penampilan yang tidak terawat akan membuat kita kurang percaya diri. Walhasil, kondisi tersebut secara otomatis akan merusak kualitas hubungan lantaran kita tidak percaya diri.
Atasi : Melakukan perawatan diri yang rutin. Tidak perlu yang ribet, cukup yang kecil dan sesuai yang kita butuhkan saja.
Fokus pada jalinan dengan pasangan. Jangan berpikir tentang apa yang suami pikirkan tentang kita, tapi hargai apa saja yang sudah dia lakukan untuk menyenangkan hati kita.
Tarik napas dan berpikirlah positif setiap kali kita mulai minder.  Dan rasa sayang yang kuat bisa menjadi salah satu solusinya.
“Kalau sudah tua, mana mungkin bisa tampil cantik.”
Buang anggapan cantik itu hanya milik orang yang masih muda. Karena cantik bukan hanya mengenai fisik belaka. Setiap usia punya karakternya sendiri. Dan cantik juga bisa diukur dari hati dan pikiran.
Atasi : Perhatikan seluruh wajah dan tubuh, lalu renungkan apa yang kita lihat. Tip ini bisa membuat kita sadar bahwa kita memiliki ciri khas dan kelebihan sendiri, tutur Lora Park, Ph.D.,  asisten profesor bidang psikologi dari State University of New York di Buffalo.
Abaikan segala ejekan, cemoohan, atau gurauan tentang penampilan fisik kita. Sebab fisik hanya penunjang, bukan segalanya.
Jangan menggosipkan orang lain. Sebab ini bisa berlaku timbal balik. “Sering bergosip akan membuat kita cemas kalau-kalau kita juga digosipkan oleh orang lain. Walhasil, ini jadi pemicu mengapa kita makin kurang percaya diri,” ujar Park.

sumber : preventionindonesia.com

No comments:

Post a Comment