From the Bottom of My Heart.....

Bunda, Perjalanan hidup tak pernah bisa kita duga...
Apapun yang Allah tunjukan hanya dapat kita jalani sambil terus berharap dan berkeyakinan bahwa Allah selalu bersama dalam setiap langkah kita....


The success of life, CANNOT be measured while the person is till in the PROCESS of life.
Only by the way we ends our life will we know whether It has been SUCCESSFUL. Be Patient..
and please do not measuring your life with other.

Thursday, December 06, 2007

The Honour...

Kehormatan…
When honorary doesn't mean anything..
When virginity a woman questioned
And become future quarantee !!
what can be done by a woman. Nothing!!
Ketika suatu kesalahan dilakukan oleh seorang wanita, maka kesalahan itu menjadi tanggungjawabnya. Membawanya seumur hidup dalam satu pola pikir yang akan mempengaruhi jalan hidupnya kemudian. Dukungan yang diharapkan datang dari keluarga hanyalah mimpi yang tak pernah terbayarkan.
Sebut saja namanya seperti yang kau inginkan, gadis berambut panjang dengan bentuk tubuhnya selalu membuat lelaki berimajinasi tentang banyak hal, dia tidak cantik tapi menarik, orang mengenalnya mengatakan dia pintar dan bijak, selalu menjadi teman cerita yang menyenangkan bagi teman-teman dekatnya, pendengar yang baik untuk semua keluhan karena selalu ada kalimat manis yang menenangkan keluar dari bibirnya, sepertinya dia gadis yang sempurna. Tapi pepatah bijak bilang “ tak ada gading yang tak retak”. dan itulah hidupnya...
Jalan hidup mengantarkannya pada suatu penantian yang tak berujung, hidup mengarahkannya pada satu pengorbanan yang sepertinya harus dinikmati dan terlihat bahagia untuk semua orang. Beribu hari bertahun-tahun dia menekan perasaan sedih yang tak berkesudahan, atas nasib yang menimpanya yang berusaha diyakininya bahwa ini 'hanya' nasib bukan takdir, hingga dia masih terus berharap dan berdoa bahwa Tuhan akan mendengar doanya untuk tidak menjadikan ini takdirnya.

Inikah yang namanya Kehormatan??
Menanggung beban untuk orang lain, menahan tangis dengan senyuman. Melewati malam-malam menakutkan penuh makian pada diri sendiri. Kadang terpikir olehnya, mungkin menjadi pelacur masih lebih baik untuk seorang wanita seperti dia, ada imbalan untuk jasa yang diberikan walaupun ada sisi lain dari hidupnya yang akan terbakar dan hangus untuk kemudian hilang dan dilupakan.
Saudara yang dijaga kehormatan dan martabatnya, hanya menganggap itu masalah biasa, seakan penderitaan dan kehormatan yang dijaga saudara sejiwa untuknya adalah pengorbanan yang memang harus diterima. Sekali lagi nasib membuktikan bahwa hidup belum bersikap adil padanya.
Apa salahnya hingga harus menanggung beban seberat ini ?
Sebagian hidupnya sudah dijalani hanya untuk menciptakan damai dirumah,meringankan beban keluarga yang ditinggalkan saudara-saudaranya yang menjalani hidup mereka sendiri, setengah dari usianya dilalui untuk menjadi mata dan hati bagi orangtua yang hanya sebatangkara. Hidup sepertinya sudah berakhir baginya lima tahun yang lalu saat semua saudara meninggalkan rumah untuk kehidupan mereka. Dan keluhannya hanya jadi angin lalu. Hanya dinding kamar yang menjadi saksi kekelaman hati dan kesedihan yang teramat sangat akan sepinya hidup yang dijalani. Tanpa teman tanpa sosialisasi. Tapi dia tetap tersenyum dan berusaha menyenangkan semua orang, karena senyumnya adalah sumber kebahagiaan semua orang.
Tapi mengapa semua beban harus berada dibahunya?
Berapa lama dia dapat bertahan? Mungkinkah karena semua merasa sangat mengenalnya? Dia yang dapat memikul beban dan melalui semua penderitaan tanpa mengeluh? Tapi dia tetap seorang gadis, dia tetap seorang wanita yang butuh perhatian dan teman hidup. Seberapa besarkah dosa yang ditanggungnya hingga dia harus melalui hidup yang demikian sulit untuk diterima? Penghinaan yang dalam? Kesedihan yang selalu dipendamnya? Mengapa dia? Apa salahnya? Tak adakah yang mengerti dan bisa meringankan bebannya? Tolong, bantulah dia tersenyum dari hatinya, biarkan bibirnya terkembang, bantulah meraih asa-nya agar terkabul. Tidak sulit. Mengapa harus dia yang menerima semua ini. Cobalah menempatkan diri pada keadaannya, rasakan apa yang dia rasakan. Belum tentu kita mampu jadi sekuat dia untuk menerima beban yang sedemikian berat yang harus dijalaninya bertahun-tahun dari sebagian usianya.
Bila kehormatan adalah pakaian.
Bantulah dia memakai pakaian yang pantas demi kehormatan yang seharusnya menjadi miliknya. Mengapa Begitu jahat menghukumnya untuk kesalahan yang tidak pernah dilakukannya. Mengapa kita tak coba menghiburknya dan menenangkan hatinya, mengatakan bahwa kita mencintainya, bahwa kita mengerti derita batinnya, bahwa kita akan selalu ada untuknya…
Bila kehormatan begitu berarti,
mengapa kita biarkan dia tanpa perasaan dan ikatan. Sebenarnya, apa arti kehormatan itu buat kita…..
tolonglah, dia hanya seorang gadis yang berusaha menjaga kehormatan saudaranya, keluarganya dan masa depannya...

@Beiga / Tragedy May 2006

No comments:

Post a Comment