Manusia tak bisa mengubah waktu, tak bisa mengembalikan waktu yang telah pergi dan karena waktu yang kembali mempertemukan kami, setelah sekian tahun berusaha untuk memahami dan mengerti apa yang menjadi nasib dalam perjalanan hidup yang telah dilewati .
Pernikahan adalah saat penting dalam siklus kehidupan manusia. Kami-pun memandang pernikahan sebagaimana Islam memandang nya, yaitu sebagai ibadah kepada Allah dan mengikuti sunnah Nabi Muhammad.Saw. Dengan pernikahan ini, kami berusaha mewujudkan keluarga islami.
Pernikahan adalah ikatan suci. Dengan dua kalimat yang sederhana “Ijab dan Qabul” terjadilah perubahan besar: yang haram menjadi halal, maksiat menjadi ibadah, kekejian menjadi kesucian, dan kebebasan menjadi tanggung jawab. Begitu besarnya perubahan ini sehingga Al Qur’an menyebut Akad Nikah sebagai “Mitsaqon Ghalizho” (perjanjian yang berat). Hanya 3 kali kata ini disebut dalam Al Qur’an. Pertama, ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala membuat perjanjian dengan Nabi dan Rasul Ulul‘Azmi(QS 33:7). Kedua, ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala mengangkat bukit Tsur diatas kepala Bani Israil dan menyuruh mereka bersumpah setia di hadapan Allah (QS 4 : 154). Dan Ketiga, ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan tentang hubungan pernikahan (QS 4 : 21).
Pernikahan akan menjadikan kami saling mengerti watak, tabiat & kepribadian masing-masing. Rumah tangga merupakan perpaduan dari perbedaan kecakapan, kecerdasan, ketrampilan, kemampuan kerja, berfikir dan sebagainya. Saat ini Kami tak mengerti itu tapi waktu akan mengajarkan segalanya.
Pernikahan membutuhkan kesiapan dan kesadaran untuk menerima hak dan kewajiban. dimana satu sama lain adalah perhiasan bagi masing-masing dan menyakiti pasangan berarti menyakiti diri sendiri. Kami menyadari, Pernikahan tidaklah mudah. Akan ada masa suka & juga duka, Akan ada tawa & juga tangis, tapi itulah kehidupan. Hanya kepada Allah saja kami bertawakkal. “Pernikahan adalah Fakultas Kesabaran dari Universitas Kehidupan dalam siklus yang terus berputar”. Baiti Jannati.......Rumahku Surgaku .....Itulah Pernikahan yang kami pahami......
Pernikahan adalah saat penting dalam siklus kehidupan manusia. Kami-pun memandang pernikahan sebagaimana Islam memandang nya, yaitu sebagai ibadah kepada Allah dan mengikuti sunnah Nabi Muhammad.Saw. Dengan pernikahan ini, kami berusaha mewujudkan keluarga islami.
Pernikahan adalah ikatan suci. Dengan dua kalimat yang sederhana “Ijab dan Qabul” terjadilah perubahan besar: yang haram menjadi halal, maksiat menjadi ibadah, kekejian menjadi kesucian, dan kebebasan menjadi tanggung jawab. Begitu besarnya perubahan ini sehingga Al Qur’an menyebut Akad Nikah sebagai “Mitsaqon Ghalizho” (perjanjian yang berat). Hanya 3 kali kata ini disebut dalam Al Qur’an. Pertama, ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala membuat perjanjian dengan Nabi dan Rasul Ulul‘Azmi(QS 33:7). Kedua, ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala mengangkat bukit Tsur diatas kepala Bani Israil dan menyuruh mereka bersumpah setia di hadapan Allah (QS 4 : 154). Dan Ketiga, ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan tentang hubungan pernikahan (QS 4 : 21).
Pernikahan akan menjadikan kami saling mengerti watak, tabiat & kepribadian masing-masing. Rumah tangga merupakan perpaduan dari perbedaan kecakapan, kecerdasan, ketrampilan, kemampuan kerja, berfikir dan sebagainya. Saat ini Kami tak mengerti itu tapi waktu akan mengajarkan segalanya.
Pernikahan membutuhkan kesiapan dan kesadaran untuk menerima hak dan kewajiban. dimana satu sama lain adalah perhiasan bagi masing-masing dan menyakiti pasangan berarti menyakiti diri sendiri. Kami menyadari, Pernikahan tidaklah mudah. Akan ada masa suka & juga duka, Akan ada tawa & juga tangis, tapi itulah kehidupan. Hanya kepada Allah saja kami bertawakkal. “Pernikahan adalah Fakultas Kesabaran dari Universitas Kehidupan dalam siklus yang terus berputar”. Baiti Jannati.......Rumahku Surgaku .....Itulah Pernikahan yang kami pahami......
Semoga dengan pernikahan ini, hari ke hari yang akan dilewati dapat membuat kami menjadi semakin dewasa & bijak, semakin meningkatkan ketaqwaan kepadaNya, mempunyai kepribadian yang semakin baik, terampil dalam berusaha, bersungguh-sungguh dalam bekerja, dan teratur dalam menjalani kehidupan, agar kami tidak saling menyakiti, bila kami saling mencintai maka akan ada banyak maaf untuk kami bagi. Terima kasih tak terkira kepada kedua orang tua (Ya Allah, ampunilah kami dan kedua orang tua kami, Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami ketika kecil). Terima kasih kepada Kakak, adik, kakak dan keluarga masing - masing, yang berkenan merestui pernikahan sederhana kami, juga kepada kerabat dan handai taulan, sahabat dan teman-teman.
Terakhir, dengan kesungguhan hati (insya Allah) mohon maafkan bila dalam perbuatan dan tingkah laku terutama pada orang tua, kakak dan adik yang merasa tersakiti, kami mohon maaf yang sedalam-dalamnya. Kami berusaha untuk tidak mengecewakan siapapun. Kesempurnaan hanya milik Allah dan setelah apa yang kami jalani selama ini, kami hanya ingin melalui hidup dijalan yang sebenarnya....Nobody notice what we do, until we don’t do anything’s...
Terakhir, dengan kesungguhan hati (insya Allah) mohon maafkan bila dalam perbuatan dan tingkah laku terutama pada orang tua, kakak dan adik yang merasa tersakiti, kami mohon maaf yang sedalam-dalamnya. Kami berusaha untuk tidak mengecewakan siapapun. Kesempurnaan hanya milik Allah dan setelah apa yang kami jalani selama ini, kami hanya ingin melalui hidup dijalan yang sebenarnya....Nobody notice what we do, until we don’t do anything’s...
Bila cinta t’lah dapat menyatukan kita dalam kehidupan ini, pastilah cinta akan menyatukan kita pada kehidupan yang akan datang. ( Khalil Gibran)
No comments:
Post a Comment